I M Together | Lukaku: "Sebuah Persaudaraan yang Erat, Saya Bangga Bisa Bermain di Sini"

I M TOGETHER | LUKAKU: "SEBUAH PERSAUDARAAN YANG ERAT, SAYA BANGGA BISA BERMAIN DI SINI"

Wawancara eksklusif bersama sang penyerang Belgia, seperti yang ditampilkan dalam film dari musim Nerazzurri

I M TOGETHER: Our Scudetto Season Review, film musim 2020/2021, dirilis pada hari ini, tayang perdana di kanal resmi YouTube Inter dan Inter TV.

Sebuah produksi dari Inter Media House, presented with Credit Agricole, yang menceritakan kembali tahun luar biasa bagi Nerazzurri, ditandai dengan berbagai momen bersejarah seperti perkenalan lambang baru.

Berikut berbagai pernyataan dari Romelu Lukaku, yang dirilis secara eksklusif untuk film musim ini: Anda bisa menemukannya melalui video yang berada di bagian bawah artikel ini.

Perasaan Lukaku usai final Europa League dan awal musim 2020/21: “Momen setelah laga kontra Sevilla merupakan momen paling menyulitkan, saya rasa itulah momen tersulit sepanjang karier saya. Akan tetapi, tiga atau empat hari kemudian, saya bangun di pagi hari dan berjanji pada diri sendiri bahwa kami akan menjadi juara bersama tim ini dan saya akan melakukan apa saja untuk menang. Di sesi latihan pertama, saya melihat para pemain memiliki rasa lapar yang luar biasa, dan sejak hari pertama saya mengatakan hal ini kepada diri saya sendiri: tahun ini, kami akan melakukannya”. Itulah pernyataan eksklusif Romelu Lukaku yang menjadi awal kisah ini.

Kekalahan dalam Derbi pertama: “Kami tahu kami adalah tim terkuat di pertandingan tersebut, kami menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan mereka, namun pertarungan ini memberikan energi bagi tim untuk memulai perjalanan menuju Scudetto”.

Mengenai konsep tim: “Nicolò, Lautaro, Brozovic, dan saya semuanya sedikit gila, kami memerlukan hal tersebut karena hal itu memberikan kami energi. Saya memerlukan Nicolò, setiap tim memerlukan para pemain yang siap berperang. Tim ini berbeda dari tim lainnya yang saya kenal, kami memiliki persaudaraan yang erat, kami pergi berperang bersama, ketika salah satu dari kami menderita maka yang lainnya siap membantu rekan mereka. Kami tak pernah menyerah, kami selalu bermain untuk menang”.

Mengenai pemahamannya bersama Lautaro: “Ketika saya bertemu dengan ayah Lautaro, kami berbicara sekitar sepuluh menit. Saya memberi tahunya bahwa dalam jangka waktu dua tahun, kami akan memenangkan sesuatu secara bersama. Kemampuannya sempurna bagi saya karena ia adalah pemain yang tahu bagaimana caranya menyerang pemain bertahan lawan, ia memiliki akselerasi menakjubkan, ia selalu bergerak dan setiap kali ia menerima bola, saya merasa selalu memiliki solusi. Kami tahu tim adalah hal terpenting dan ketika salah satu dari kami sedang memiliki performa bagus, kami melakukan segalanya agar hari tersebut dapat menjadi hari miliknya. Tahun ini, kita semua bisa melihat bahwa kerja sama kami telah meningkat pesat dan kami berharap bisa terus melanjutkannya serta meraih lebih banyak kemenangan”.

Pidatonya kala kembali dari Crotone: “Kalian semua telah melakukan banyak hal, kalian membuat tim ini menjadi juara, dan kita harus melanjutkannya. Saya sangat bangga bisa bermain bersama kalian”.

Pada hari Scudetto: "Saya berkata pada para rekan setim bahwa Atalanta akan imbang dengan Sassuolo, tidak tahu mengapa namun saya bisa merasakannya. Saya pikir pengalaman tahun lalu telah sangat membantu tim, dengan memiliki mentalitas pantang menyerah. Saya sangat senang untuk Inter dan semua penggemarnya di seluruh penjuru dunia, karena trofi terakhir didapatkan bertahun-tahun yang lalu dan mengangkat trofi Scudetto merupakan sebuah perasaan yang indah”.


日本語版  Versión Española  Versione Italiana  English Version 

Load More